Berbagi Kasih di Klaten : Catatan Perjalanan Bakti Sosial yang Menghangatkan Hati

  • Home
  • Kegiatan
  • Berbagi Kasih di Klaten : Catatan Perjalanan Bakti Sosial yang Menghangatkan Hati

KLATEN – Jumat, 7 November 2025, menjadi hari yang penuh makna bagi kami. Di tengah cuaca Klaten yang bersahabat, kami melaksanakan rangkaian kegiatan bakti sosial yang tidak hanya bertujuan untuk memberi, tetapi juga untuk belajar dan merasakan denyut kehidupan masyarakat setempat. Perjalanan ini membawa kami ke tiga lokasi unik yang memberikan pelajaran berharga.

  1. Keceriaan Pagi di SD Kanisius Nglinggi

Tujuan pertama kami adalah SD Kanisius Nglinggi. Setibanya di sana, kami disambut oleh tawa riang dan mata berbinar dari para siswa. Momen ini langsung menghangatkan hati kami.

Kegiatan dibuka dengan berbagi bingkisan sederhana untuk anak-anak. Melihat senyum tulus mereka saat menerima hadiah adalah kebahagiaan yang tak ternilai. Acara dilanjutkan dengan bermain bersama di halaman sekolah, menciptakan suasana akrab dan penuh canda.

Tidak hanya bermain, kami juga mengajak mereka untuk lebih dekat dengan alam. Kami memulai program “mini garden” atau kebun kecil di salah satu sudut sekolah. Bersama-sama, kami bercocok tanam, menanam aneka bibit sayuran dan bunga. Kegiatan berkebun ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan tanggung jawab pada diri anak-anak sejak dini.

  1. Kunjungan Edukatif ke Pabrik Krupuk Lokal

Setelah menghabiskan pagi yang ceria di sekolah, perjalanan kami lanjutkan ke sebuah pabrik krupuk rumahan. Klaten memang dikenal sebagai salah satu sentra industri krupuk, dan kami ingin melihat langsung proses pembuatannya.

Di sana, kami belajar banyak hal. Mulai dari proses pemilihan bahan baku, pembuatan adonan, pencetakan, penjemuran di bawah terik matahari, hingga penggorengan. Kunjungan ini membuka wawasan kami tentang ketekunan dan kerja keras yang diperlukan untuk menghasilkan sebungkus krupuk renyah yang sering kita nikmati.

  1. Menutup Hari di Kesejukan Sumber Mata Air

Sebagai penutup rangkaian bakti sosial, kami mengunjungi salah satu “umbul” atau sumber mata air alami yang menjadi ciri khas Klaten. Daerah ini memang dijuluki “Kota Seribu Mata Air” karena kekayaan alamnya.

Suara gemericik air dan pemandangan asri pepohonan rindang menjadi pelepas lelah yang sempurna. Airnya yang jernih dan begitu sejuk seakan membasuh seluruh penat kami. Tempat ini mengingatkan kami betapa kayanya alam Indonesia yang harus terus kita jaga kelestariannya.

Perjalanan bakti sosial di Klaten ini memberikan kami lebih dari sekadar pengalaman. Kami belajar tentang pentingnya berbagi kebahagiaan, menghargai proses dalam sebuah usaha, dan mensyukuri karunia alam. Kami pulang dengan hati yang lebih penuh dan semangat baru.

Penulis : Reta – Kelas VA

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *